Malam tak berbintang
Cahaya rembulan mulai redup perlahan
Nyanyian jangkrik menemani malam ku yang
sepi ini
Aku pun larut dalam lamunanku
Diam menyimpan sejuta asa dan rasa
Rindu, sayang dan benci
Semuanya menyatu dalam satu hati
Rasa rindu yang tak pernah berujung dan
redam
Aku menyimpan rasa untukmu
Aku mencintaimu dengan caraku sendiri
Izinkan aku untuk menyimpan dan
menikmatinya
Karena ku tahu rasaku dan rasamu adalah
Satu
Namun, hatiku bergetar
Kala angin memberiku kabar tentangmu
Apa betul engkau akan menikah?
Hatiku pun bertanya-tanya
Entahlah, kabar itu benar atau tidak
Aku mencoba mengabaikannya
Pura-pura untuk tidak mempercayainya
Karena jawaban pasti ada padamu
Kaki ini pun melangkah,
Ia seolah-olah mencarimu
Ia merasa penasaran
Mencari jawaban pasti
Ku temui engkau di sudut jalan
Ku tatap matamu dalam-dalam
Ku tanyakan kabar itu padamu
Tapi engkau hanya diam terpaku menatapku
Hatiku perih teriris oleh jawabanmu
Bagaikan tersambar kilat di kala hujan
lebat
Engkau benar-benar telah melukaiku
Merobohkan istana yang sudah lama kita
bangun
Ah, aku memang bodoh karena telah
mempercayaimu
Aku akan membuang rasaku ini
Aku akan melupakanmu
Meskipun ku tahu, apakah aku mampu atau
tidak.
Kontributor di EVENT PUISI "CINTA DAN AIR MATA"

0 komentar:
Posting Komentar