Adalah sebuah rasa dan fitrah diri dari seorang manusia. Tapi terkadang rasa itu disalahartikan. Sebagian dari kalangan remaja menganggapnya itu adalah sebuah hal biasa dan seenaknya saja mengatakan CINTA dan CINTA.
Yaahhh. . .
CINTA adalah satu kata yang sering dianggap biasa oleh para lelaki dan segampangnya mengungkapkan rasa itu kepada seorang wanita. Tapi bagi wanita, CINTA itu adalah sebuah kata yang sangat istimewa untuknya. apalagi kalau kata itu terucap dari seorang lelaki yang sudah lama ia dambakan. Tak bisa dipungkiri kalau rasa itu tak bisa dihindari.
Tapi bukan berarti kita harus memberikan segala apa yang kita miliki kepada pasangan kita yang belum ada ikatan halal sama sekali. Cinta itu suci dan menjaga. Dia takkan pernah menodai tubuh kekasihnya jika ia benar-benar cinta.
Cinta adalah anugerah dari sang pencipta. Maka jika engkau dianugerahi oleh rasa itu, tak perlu engkau menolaknya. Engkau hanya perlu menjaganya dan menutupnya rapat-rapat. Tak perlu engkau ungkapkan. Karena cinta yang selalu diumbar akan terasa hambar. Dan kelak tiba waktunya engkau akan mengungkapkan semuanya kepada lelaki yang sudah berhak untuk engkau ungkapkan.
Sekarang, aku merasakan hal itu. Di setiap detak jantungku selalu saja ada rasa itu yang menemani berdetak. Apa daya, aku hanya seorang wanita. Dan sangat salah bila aku mengungkapkannya kepada seorang lelaki yang belum halal sama sekali untukku. Kadang harus melakukan perlawanan dikala Rindu mulai melambai. Kadang terkontrol dan kadang juga tidak dapat terkontrol. Harus ku akui, memang kadang aku kalah dalam melawan rasa Rindu-ku yang tiba-tiba saja membuncah dihati.
Kini, aku hanya bisa pasrah atas semua rasa ini. Dan cukuplah pemilik dan pemberi rasa itulah yang mengetahui segalanya. Aku hanya dapat mengubur dalam-dalam rasa itu. Menjaganya. Hanya untuk satu nama yang kelak akan menjadi pendampingku. Yaah, betul. Yang ku maksud itu adalah kamu (*****). Nama yang selalu saja ku sebut-sebut dalam sujud-sujud panjangku. Tapi aku sadar. Aku hanyalah manusia biasa yang dapat berusaha dan berencana. Dan yang kutahu, DO'A adalah senjata dari seorang mukmin. Meskipun skenario telah ku susun serapi dan semenarik mungkin. Namun akhirnya, skenario Allah-lah tetap yang terbaik. Bukan berarti kita harus berputus asa dan berhenti berdo'a. Karena usaha dan do'a yang dilakukan dengan kesungguhan kelak akan menghasilkan sebuah karya yang begitu Indah. Dan yang ku tahu, Hasil tak pernah berbohong dan selalu akan berbanding lurus dengan usaha. Maka lakukanlah usaha dan kerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang sangat mahal harganya. Jangan berhenti. Tuhan akan menilai segalanya karena dialah hakim yang seadil-adilnya dan ia akan menjadikan semuanya indah pada waktunya. Tetap lantunkan bait-bait do'a indahmu dan jangan takut untuk meminta keajaiban yang besar karena kita punya Allah yang Maha Besar pula.
Hai kamu,
Untukmu, Nama yang masih saja tersimpan rapi dalam lubuk hati yang dalam dan yang masih selalu kusebut dalam setiap sujud dan do'aku. Aku harap engkaulah orang yang akan menggenggam erat tanganku menuju SYURGA-Nya (ALLAH).
Keheningan Malam
Cendrawasih, 6 Juli 2015 (2.56 AM)