RASA INI. . .


Aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan
Ada rasa yang tersimpan rapi dalam hati
Rasa yang tumbuh dan kian tumbuh
Menjelma menjadi sebuah rasa CINTA dan SAYANG
Dialah rasa yang dititipkan oleh Rabb-Ku untukmu

Resume Makalah Kelompok 3 & 4


Review Kelompok 3
Topologi Jaringan Komputer
Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskn hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan yaitu node, link, dan station. Topologi menggambarkan bagaimana perangkat-perangkat (devices) saling berhubungan dan bagaimana bentuk hubungan (links)nya. 

 
                  Gambar Beberapa jenis topologi

Secara mendasar terdapat delapan jenis topologi jaringan yaitu topologi bus, topologi ring (cincin), topologi star (bintang), topologi linier, topologi tree (pohon), topologi mesh (tak beraturan), topologi hybrid, dan topologi wireless (nirkabel).

1. Topologi Bus
 Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaks menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator.
Ciri-ciri Topologi Bus :
a)      Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris.
b)      Tidak   membutuhkan   peralatan   aktif   untuk menghubungkan terminal / komputer.
c)      Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer.
d)     Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T.
e)      Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor.
f)       Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain.
g)      Susah melakukan pelacakan masalah.
h)      Discontinue Support.

Kelebihan :
a)      Instalasi relatif lebih murah.
b)      Kerusakan  satu  komputer  client  tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client
c)      Biaya relatif lebih murah
Kelemahan :
a)      Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal.
b)      Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit.
c)    Kemungkinan akan terjadi tabrakan data (data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.

2. Topologi Ring (Cincin)
Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincin yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin (server/pusat). Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data, penerimaan data, dan pemindahan data.
KELEBIHAN
a.       Proses instalasi yang menghebat kebutuhan kabel
b.      Proses instalasi yang cukup mudah.
c.       Biaya instalasi yang murah.
d.      Semua client dianggap sama karena berada dalam satu jalur backbone.

KEKURANGAN
a.       Tingkat keamanan yang kurang
b.      Trobel shoting yang sulit untuk ditangani.
c.       Jika salah satu koneksi terputus maka koneksi yang lain akan ikut terputus.
d.      Jaringan bersifat kaku dan tidak dapat dikembangkan untuk kedepannya



3.    Topologi Star
Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini sudah menggunakan bantuan alat lain (HUB, switch, dan lain-lain) untuk mengkoneksikan jaringan computer.
Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi.Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.
KELEBIHAN :
a.       Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
b.      Kegagalan pada satu komponen / terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
c.       Tingkat keamanan yang cukup baik
d.      Bersifat fleksibel / mudah dalam hal instalas
e.       Proses pertukaran data yang tidak terlalu rumit.
f.       Mudah dalam hal trobel shooting jaringan karena satu client menggunakan satu jalur akses Mudah untuk penambahan dan pengurangan komputer client.

KEKURANGAN
a.    Jika switch / hub titik pusat rusak maka seluruh jaringana akan down.
b.    Jika terlalu banyak pengguna maka lalu lintas akan semakin padat dan membuat jaringan menjadi lambat.
c.    Dalam proses instalasi memboroskan banyak kabel.
d.   Boros kabel maka akan secara otomatis memakan biaya yang cukup banyak.
e.    Jika port dalam HUB / swicth salah satu rusak maka tidak dapat dipergunakan, bahkan dalam jangka panjang akan merusak port - port yang lain.
f.     Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi.
g.    Tingkat keamanan yang kurang
h.    Trobel shoting yang sulit untuk ditangani.
i.      Jika salat satu koneksi terputus maka koneksi yang lain akan ikut terputus.
j.      Jaringan bersifat kaku dan tidak dapat dikembangkan untuk kedepannya.


4.    Topologi Linear/Daishy Chan
Merupakan peralihan dari topologi Bus dan topologi Ring, yaitutiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segmen kabel, tetapi segmen membentuk saluran, bukan lingkaran utuh.
KEUNTUNGAN :
a.       Hemat kabel
b.      Layout kabel sederhana
c.       Mudah dikembangkan
d.      Tidak butuh kendali pusat
e.       Penambahan maupun pengurangan terminal dapatdilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.

KERUGIAN :
a.       Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
b.      Kepadatan lalu lintas tinggi
c.       Keamanan data kurang terjamin
d.      Kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah
e.       Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

5. Topologi Tree
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.
KELEBIHAN
a.       Merupakan jaringan yang besar sehingga dapat mengelompokaan antara satu topologi dengan topologi yang lainnya.
b.      Keamanan yang sangat terhandel.
KEKURANGAN
a.       Proses instalasi yang rumit
b.      Troubleshooting yang tidak mudah karena mencakup jaringan yang besar.
c.       Biaya instalasi yang mahal.
d.      Kinerja jaringan akan menjadi lambat karena user pengguna semakin banyak.

6.   Topologi Mesh
Topologi tak beraturan atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

KELEBIHAN :
a.       Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melaluikomputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
b.      Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
c.       Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

KEKURANGAN :
a.       Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
b.      Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
c.       Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkanperlunya space yang memungkinkan di dalam ruangantempat komputer-komputer tersebut berada.

7.    Topologi Hybrid
Topologi ini merupakan topologi gabungan dari beberapatopologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapatopologi yang berbeda, baik berbeda sistem maupun berbedamedia transmisinya.
KELEBIHAN
a.       Salah satu keuntungan yang menonjol pada topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi hybrid dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
b.      Hybrid mengkombinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
c.       Menambahkan koneksi yang perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau peripheral dapat terhubung antar topologi berbeda.
d.      Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainnya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain.
e.       Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya.
f.       Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus membuat perubahan apapun pada topologi yang telah ada.
g.      Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itu topologi jaringan hybrid sangat efisien.
h.      Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybrid kelihatan sangat rumit tapi merupakan solusi untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang telah tergabung sebelumnya.

KEKURANGAN
a.       Karena merupakan penggabungan dari beberapa bentuk menjadi  topologi hybrid, maka pengelolaan topologi akan menjadi lebih sulit.
b.      Dari segi ekonomisnya jaringan hybrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
c.       Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak ada satupun dari node di jaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sulit.

8.      Topologi wireless (Nirkabel)
Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dan sebagainya. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN, WaveLAN, HotSpot, dan sebagainya.
Syarat-syarat LAN nirkabel :
a.       Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas.
b.      Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel.
c.       Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel.
d.      Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter.
e.       Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem pengamanan terutama penyadapan.
Teknologi LAN nirkabel :
a.       LAN infrared (IR): terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak tembus cahaya.
b.      LAN gelombang radio: terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti bluetooth, WiFi, dan HomeRF.
c.       LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial, scientific, medical) yang tidak memerlukan lisensi.
  ============================================================================================

Review Kelompok 4
TANTANGAN SISTEM TERDISTRIBUSI

Sistem terdidtribusi adalah suatu kesatuan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data, informasi, obyek dan layanan dari dan kepada pengguna yang terkait didalamnya. Sistem Terdistribusi juga dapat dikatakan sebagai sekumpulan komputer otonom yang  terhubung ke suatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat  sebagai satu komputer.

PERMASALAHAN PADA SISTEM TERDISTRIBUSI
Pada Sistem Terdistribusi permasalahan yang sering muncul meliputi aspek-aspek berikut:
1.      Software
Bagaimana merancang dan mengatur software dalam distribusi sistem. Kesulitan yang akan dihadapi, antara lain : bahasa pemrograman yang akan digunakan, operating system, dll.
2.      Jaringan
Ketergantungan pada infrastruktur jaringan menjadi pertimbangan utama dalam merancang dan mengimplementasikan sistem.
3.       Keamanan
Masalah keamanan muncul karena dalam sistem terdistribusi, kita akan menemukan proses berbagi (share) data atau berbagi sumber daya.
Selain itu ada pula beberapa Kesulitan dan Ancaman dalam sistem terdistribusi  antara lain:
a.       Model pemakaian variasi yang beragam terhadap karakteristik pemakaian. Contoh nya berapa banyak halaman yang di kunjungi.
b.      Masalah Internal, yaitu masalah concurrency, masalah clock, mode kegagalan.
c.       Lingkungan Sistem, yaitu sistem terdisribusi harus mengakomodasi heterogenitas hardware, sistem operasi dan jaringan. contoh nya berapa banyak versi SO?
d.      Ancaman Eksternal yaitu serangan terhadap kesatuan data dan keamanannya.

Tantangan yang ada dalam Sistem Terdistribusi yaitu :
1. Keheterogenan komponen (heterogenity)
  • Suatu sistem terdistribusi dapat dibangun dari berbagai network, operation system, hardware dan  programming language yang berbeda.
  • IP dapat digunakan utk mengatasi perbedaan jaringan.
  • Middleware mengatasi perbedaan lainnya.
2. Keterbukaan
  • Mendukung extensibility.
  •  Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yang di-publish ke komponen lain.
  • Perlu integrasi berbagai komponen yang dibuat oleh programmer atau vendor yg berbeda. 
 3. Keamanan
  • Shared resources dan transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi dengan enkripsi.
  •  Cegah denial of service.
 4. Scalability
  • Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yang konstan.
  •  Cegah bottleneck.
  • Jika perlu, gunakan replikasi.
5. Penanganan Kegagalan
  • Setiap proses (komputer atau jaringan) dapat mengalami kegagalan secara independen.
  •  Komponen lain harus tetap berjalan dengan baik.
  • E.g. failed branch in a distributed banking system.
6. Concurrency
  • Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
  •  Setiap resource harus aman di lingkungan tersebut di atas.
7. Transparansi
Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sebagai satu sistem saja.
Access transparency:
Local & remote resources dapat diakses dengan operasi yang sama.
  • Location transparency:
-          Resource dapat diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
-          Bagaimana pendapat Anda mengenai hyperlink & URL?
  • Concurrency transparency:
-          Beberapa proses dapat sama-sama menggunakan suatu resource tanpa saling interferensi.
-          Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan mengubah suatu berkas?
  • Replication transparency:  Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui adanya replikasi resource, yang dapat meningkatkan kehandalan dan unjuk kerja.
  • Failure transparency: Pemakai dan pemrogram aplikasi dapat menyelesaikan tugasnya walaupun ada kegagalan hardware atau software.
  • Mobility transparency: Resource dan klien dapat berpindah tanpa mempengaruhi operasi pemakai atau program.
  • Performance transparency: Sistem dapat dikonfigurasi ulang untuk meningkatkan unjuk kerja, sejalan dengan perubahan beban sistem.
  • Scaling transparency: Sistem dan aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur sistem dan algoritma aplikasi.

up