HIJRAH DAN NIAT

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh 'Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu 'anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (dinilai) karena Allah dan Rasul-nya, dan barangsiapa hijrahnya karena harta dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijranya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya,"

(Diriwayatkan oleh dua Imam Ahlul Hadits: Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari, dan Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyaiiri, dalam kitab Shahiih keduanya yang merupakan kitab hadits yang paling shahih) (1)

Ket : (1)
Shahih : HR. Al-Bukhari (no. 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953), Muslim (no. 1907), dan selain keduanya.


Sekali lagi, perbaiki niat kita sebelum melakukan sesuatu. Karena meskipun yang kita lakukan adalah baik, jika niatnya buruk, pasti akan sia-sia juga. Untukku dan untuk saudara(i)ku tercinta yang ingin hijrah, perbaiki niat terlebih dahulu. Jika niatnya hijrah hanya semata untuk urusan dunia, maka mundurlah sejenak dan renungkan. Apa yang akan kita capai jika seperti itu niatnya, bukankah itu tidak akan kekal. Namun, jika niatnya sudah karena Allah dan Rasul-Nya maka majulah bagaimanapun itu. Dan tetaplah periksa gerak-gerik hati kita setiap waktu. Masihkah niatnya karena Allah dan Rasul-Nya ataukah sudah berpaling ke urusan dunia. Perkara untuk hijrah memang tidaklah muda saudariku, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Banyak hal yang ditakutkan. Takut karena jodoh menjauh, takut karena tak ada (mendapatkan) pekerjaan. Tapi ketahuilah saudariku, bukankah urusan jodoh dan rejeki (pekerjaan) adalah sudah ditentukan oleh Allah. Jangan takut tidak dapat jodoh. Di dalam Al-Qur'an Surah An-Nur, Allah subhanah wa ta'ala berfirman :

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Beranilah berhijrah meskipun pahit. Apalagi kalau sudah berhijrah, ada Istiqomah yang harus digenggam dengan erat. Percayalah, apapun yang kamu lakukan untuk ummat dan Agama Allah dengan niat yang baik (semata-mata hanya ingin mencari Ridho Allah), kelak semua usaha (perjuangan), lelahmu, capekmu dan bahkan disetiap tetesan keringatmu akan berbuah manis.

Tidakkah engkau (kita) merindukan Surga(Jannah)-Nya, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai sebagimana telah Allah paparkan dalam Firman-Nya (Al-Qur'an)??. Sungguh beruntungnya mereka yang ditempatkan di tempat indah itu. Dan semoga kita termasuk salah satu dari orang-orang tersebut. Aamiin allahumma aamiin.

[SEPERCIK INSPIRASI]


Bismillah....
Tertunduk dalam diam, terasa beban dalam pikiran...
Bergelayut dalam kegundahan, bergelut oleh kegelisahan...
Kala alur futur hadir menghadang, merayu senyum bisikan setan...
Celah 'kecil' maksiat pun seolah menjadi pintu 'lebar' terbuka di depan...
"Ahh..kan cuma 'dosa' kecil"
"Ahh..kan cuma maksiat 'dikit'…."
"Kan cuma…cuma, cuma dan cuma…."
Sahabat…
Segera sadar dan 'beristighfarlah' bila diri sedang dirundung kefuturan (astaghfirullah)
Karena maksiat-maksiat kecil pun terasa menjadi hal yang tak dipentingkan (astaghfirullah)
Sampai-sampai mata, telinga, tangan, badan 'lena' tergerak melayani rayuan setan (astaghfirullah)
Sedih bukan, jika ada sahabat menasehati kebaikan tak ada satu pun yang mempan (astaghfirullah)
"Kami berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk"
Maka dengarkan petunjuk Allah Ta'ala berikut ini:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Qs. An Nuur: 21]
Futur itu terkadang menunjuk 'setan' jadi kambing hitamnya
Ya, aku tahu setan memang tak pernah berhenti mengajak hina manusia
Agar manusia mengikuti jejak 'keji dan nista' langkah-langkahnya
Namun 'mengapa oh mengapa' masih ada yang 'mudah' terjerumus jika manusia 'futur'?
Hingga hawa nafsu yang dibiarkan memimpin...
Hingga kesenangan sesaat dikejar dengan 'sungguh-sungguh'...
Lantas, kemanakah pola pikir Islam yang semestinya menjadi kepemimpinan kita dalam berpikir?
Sahabat...
Sadarkah kita bila futur hadir itu dalam rangka meningkatkan kualitas diri,
Menempa agar ilmu yang kita miliki diamalkan
Menempa diri menjadi pribadi yang lebih kuat
Menempa diri untuk menjadi sebaik-baik hamba-Nya
Menempa diri agar tetap terus dan terus ingat serta mendekat kepada Allah
Jangan mudah di lena oleh 'kesenangan sesaat' dunia
Perjuangan di jalan Islam itu bukan mulus tanpa rintangan
Tetapi akan "selalu dan selalu" ada ujian
Rasulullah SAW saja yang merupakan utusannya Allah selalu diberikan ujian dan Rasulullah SAW bisa melalui itu semua karena dibimbing oleh wahyu Allah Subhanahu wa Ta'ala
Lantas bagaimana dengan kita? kita yang lemah, kita yang serba kurang, kita yang terbatas
Pasti kita pun bisa melalui ujian hidup bila kita mau "bersabar sebentar" terikat dengan aturan Allah Ta'ala
Cukuplah Rasulullah SAW sebagai teladan...
Cukuplah Allah Ta'ala sebagai sandaran...
Karena goda futur tengah terus membentur...!
Agar istiqomah, agar tidak mundur...!
Bismillah…
Benarlah firman Allah Ta'ala yang artinya;
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." [QS. Ar Ra'd: 29]
Keep Istiqomah :)
***
Mari sahabat sebarkan informasi ini.
Semoga bisa menginspirasi kebaikan dan bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Jazakumullahu khairan katsiron

Oleh: @ukh_tyan

up