Bismillah....
Tertunduk dalam diam, terasa beban dalam pikiran...
Bergelayut dalam kegundahan, bergelut oleh kegelisahan...
Kala alur futur hadir menghadang, merayu senyum bisikan setan...
Celah 'kecil' maksiat pun seolah menjadi pintu 'lebar' terbuka di depan...
"Ahh..kan cuma 'dosa' kecil"
"Ahh..kan cuma maksiat 'dikit'…."
"Kan cuma…cuma, cuma dan cuma…."
Sahabat…
Segera sadar dan 'beristighfarlah' bila diri sedang dirundung kefuturan (astaghfirullah)
Karena maksiat-maksiat kecil pun terasa menjadi hal yang tak dipentingkan (astaghfirullah)
Sampai-sampai mata, telinga, tangan, badan 'lena' tergerak melayani rayuan setan (astaghfirullah)
Sedih bukan, jika ada sahabat menasehati kebaikan tak ada satu pun yang mempan (astaghfirullah)
"Kami berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk"
Maka dengarkan petunjuk Allah Ta'ala berikut ini:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Qs. An Nuur: 21]
Futur itu terkadang menunjuk 'setan' jadi kambing hitamnya
Ya, aku tahu setan memang tak pernah berhenti mengajak hina manusia
Agar manusia mengikuti jejak 'keji dan nista' langkah-langkahnya
Namun 'mengapa oh mengapa' masih ada yang 'mudah' terjerumus jika manusia 'futur'?
Hingga hawa nafsu yang dibiarkan memimpin...
Hingga kesenangan sesaat dikejar dengan 'sungguh-sungguh'...
Lantas, kemanakah pola pikir Islam yang semestinya menjadi kepemimpinan kita dalam berpikir?
Sahabat...
Sadarkah kita bila futur hadir itu dalam rangka meningkatkan kualitas diri,
Menempa agar ilmu yang kita miliki diamalkan
Menempa diri menjadi pribadi yang lebih kuat
Menempa diri untuk menjadi sebaik-baik hamba-Nya
Menempa diri agar tetap terus dan terus ingat serta mendekat kepada Allah
Jangan mudah di lena oleh 'kesenangan sesaat' dunia
Perjuangan di jalan Islam itu bukan mulus tanpa rintangan
Tetapi akan "selalu dan selalu" ada ujian
Rasulullah SAW saja yang merupakan utusannya Allah selalu diberikan ujian dan Rasulullah SAW bisa melalui itu semua karena dibimbing oleh wahyu Allah Subhanahu wa Ta'ala
Lantas bagaimana dengan kita? kita yang lemah, kita yang serba kurang, kita yang terbatas
Pasti kita pun bisa melalui ujian hidup bila kita mau "bersabar sebentar" terikat dengan aturan Allah Ta'ala
Cukuplah Rasulullah SAW sebagai teladan...
Cukuplah Allah Ta'ala sebagai sandaran...
Karena goda futur tengah terus membentur...!
Agar istiqomah, agar tidak mundur...!
Bismillah…
Benarlah firman Allah Ta'ala yang artinya;
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." [QS. Ar Ra'd: 29]
Keep Istiqomah :)
***
Mari sahabat sebarkan informasi ini.
Semoga bisa menginspirasi kebaikan dan bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Jazakumullahu khairan katsiron
Oleh: @ukh_tyan

0 komentar:
Posting Komentar