Ayo, Naikkan Level Keimananmu.



Malam ini saya terinspirasi dari namanya sebuah masalah. Entah itu datangnya dari masalah diri sendiri "pribadi" ataukah justru dari masalah orang.


Pada saat kita tertimpa masalah, rasanya seperti berada di ambang batas titik terlemah. Pikiran kita putar dan atik beberapa kali hingga menemukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Tapi jika masalah itu belum bisa terpecahkan jua, terkadang kita menganggap bahwa masalah itu terlalu berat untuk kita pikul. Beberapa pertanyaan pun kerap kali muncul dan terbayang-bayang dibenak kita. Apa yang telah ku perbuat sehingga masalah ini datang? Mungkinkah saya terlalu banyak dosa? Mengapa mesti sama saya? Apakah tuhan sudah tak menyayangiku?. Sedangkan bagi sebagian orang ada juga yang ingin marah dan bahkan sampai memberontak pada Rabb-nya (Allah) disebabkan karena tidak memiliki daya kontrol yang kuat agar emosinya tak meledak. Benteng pertahananan (Iman) yang lemah dan akhirnya setan pun berhasil merayunya dengan mesra. Dan pada saat itu pulalah, setan tertawa terbahak-bahak menyaksikanmu yang dengan lepas dan bebasnya marah dan seakan-akan menuntut Tuhan. Ah, bodoh sekali kita. Seharusnya kita tak perlu repot-repot melakukan itu semua. Ketahuilah saudara(i)ku, pada dasarnya manusia tak akan pernah lepas dari namanya sebuah masalah. Tak kenal umur, jabatan, kaya, miskin dan sebagainya. Jadi tak usahlah serapuh itu. Tidak usahlah secengeng itu. Karena sebenarnya Allah sengaja memberikan kita masalah untuk membuat kita dewasa dan semakin kuat. Menjadikan kita sosok yang tangguh. Pokoknya, ambil hikmahnya saja deh. Masalah adakalanya kita anggap sangat berat sekali. Terus umbar sana sini. Di facebooklah, twitter, BBM, LINE atau bahkan media sosial lainnya. Entah apa tujuan melakukan hal tersebut.Dan lama-kelamaan satu persatu teman media sosialnya pun mengomentarinya.
Haii, Kamu. Ku ingin katakan padamu, jangan melakukan itu semua. Jangan!. Tak perlu semua orang tahu bahwa kita tengah bersedih. Kesedihan itu : akan mengecil jika dirahasiakan. Membesar jika dikeluhkesahkan. Merumit jika diumbar pada manusia. Dan terurai jika diadukan pada Allah. Cukuplah Allah menjadi tempat kita mengaduh. Sebagaimana Firmannya dalam QS. Yusuf : 86 yang artinya "......Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, ...”

Tetaplah meminta pertolongan dan jangan pernah merasa bosan untuk berdo’a. Bersabarlah. Jadikanlah Sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,”. (Qs. Al-Baqarah : 45). Bersabar sungguh berat tapi buah dari kesabaran itu akan manis jika dibarengi dengan shalat dan do’a. Mintalah, agar Allah selalu memberi kita kekuatan untuk menghadapi semua masalah yang kita hadapi. Mintalah agar hati dan pundak kita selalu dikuatkan. Agar dapat memikul semua masalah kita, seberat apapun itu. Dan tak usah berputus asa karena kita punya Allah Maha Besar. Ia (Allah) tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al – Baqarah : 286 yang  artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.

Dan tetaplah berbaik sangka pada Allah. . .
Jika mendapat masalah, lakoni dengan baik agar engkau lolos melewatinya dan Allah pun ridha menaikkan level keimananmu. *Aamiin Allahumma Aamiin*



Makassar, 28 April 2016

0 komentar:

Posting Komentar


up