MAKALAH SISTEM TERDISTRIBUSI
“SISTEM OPERASI PADA SISTEM TERDISTRIBUSI”
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6
1. AISAH 1329040048
2. RIZKA AMALIAH A. 1329040096
3. AHMAD JAYADI 1329040100
PENDIDIKAN
TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER
PENDIDIKAN
TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
Allah SWT yang memudahkan hambanya dalam menyelesaikan tugasnya.
Walaupun ada beberapa rintangan yang menjadi kendala, namun dengan
keridhoan-Nya makalah ini pun dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun
dengan materi tentang Sistem Operasi Pada Sistem Terdistribusi. Makalah ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Jaringan Internet.
Penyusun
menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna,
maka penyusun akan sangat menghargai adanya saran dan kritik yang bersifat
konstruktif.
Semoga
apa yang tersirat ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca dalam menambah ilmu
pengetahuannya serta mendapat keridhoan Allah SWT.
Makassar, 9 Mei 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I : PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
B.
RUMUSAN
MASALAH
C.
TUJUAN
BAB II : PEMBAHASAN
A. SISTEM
OPERASI
1.
Pengertian
Sistem Operasi
2.
Komponen
Sistem Operasi
B. Sistem Operasi
Terdistribusi
1.
Pengertian
Sistem Operasi Terdistribusi
2.
Sistem Operasi
Jaringan Versus Sistem Operasi
Terdistribusi
3.
Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi
4.
Hardware Sistem
Operasi Terdistribusi
5.
Arsitektur Software
6.
Jenis
Sistem Operasi Terdistribusi
BAB III : PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Perkembangan pesat teknologi informasi menyebabkan bertambahnya permintaan suatu sistem, baik
berupa perangkat keras maupun perangkat
lunak yang dapat digunakan dengan
baik dan cepat.
Permintaan yang terus bertambah
ini tidak sebanding dengan kemampuan
perangkat keras yang ada. Salah satu cara untuk mengatasi hal itu dibuat pengembangan di sisi perangkat lunak dengan membuat
suatu sistem virtual di mana beberapa perangkat keras atau komputer dihubungkan
dalam jaringan dan
diatur oleh sebuah sistem operasi yang mengatur seluruh
proses yang ada pada setiap
komputer tersebut sehingga memungkinkan proses berjalan dengan cepat. Sistem operasi yang mengatur proses ini sering
disebut sebagai
sistem operasi terdistribusi
(distributed
operating system) .
Sistem operasi terdistribusi ini sekarang menjadi trend, terutama
untuk research yang kadang membutuhkan CPU yang sangat cepat untuk melakukan perhitungan yang sangat kompleks. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai
sistem operasi
terdistribusi, terutama untuk mengetahui
apa
dan bagaimana cara system ini
bekerja.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
yang di maksud dengan system operasi dan system operasi terdistribusi?
2.
Apa
saja komponen system operasi?
3.
Apa
manfaat dari system operasi terdistribusi?
4.
Sebutkan
dan jelaskan jenis-jenis system operasi terdistribusi.
C.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud sistem operasi dan sistem operasi terdistribusi?
2.
Agar
kita dapat mengetahui apa komponen sistem operasi?
3.
Untuk
mengetahui manfaat dari sistem operasi terdistribusi?
4.
Untuk
mengetahui jenis - jenis sistem operasi terdistribusi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM
OPERASI
1.
Pengertian
Sistem Operasi
Sistem operasi
(Operating System atau OS) adalah perangkat lunak
sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen
perangkat keras serta operasi-
operasi dasar sistem, termasuk menjalankan
software aplikasi seperti program-
program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer
pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software -
software lainnya dijalankan
setelah Sistem Operasi berjalan,
dan Sistem Operasi akan
melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan
inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user.
Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani
dan dilakukan oleh Sistem
Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas - tugas inti dan umum tersebut dinamakan
dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
a.
Mekanisme
Boot, yaitu meletakkan kernel ke
dalam memory
b.
Kernel,
yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
c.
Command Interpreter
atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
d.
Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh
aplikasi lain.
e. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Komponen system operasi
a. Manajemen Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program
sedang di eksekusi. Sebuah proses
membutuhkan
beberapa sumber daya untuk menyelesaikan
tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa
CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat
I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen
proses seperti:
-
Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan
sistem proses.
-
Menunda atau melanjutkan proses.
-
Menyediakan
mekanisme untuk
proses sinkronisasi.
-
Menyediakan mekanisme
untuk proses komunikasi.
-
Menyediakan mekanisme
untuk penanganan deadlock.
b. Manajemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah
array yang besar dari word
atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan,
ribuan,
atau
bahkan
jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori
Utama berfungsi sebagai tempat
penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk
tempat penyimpanan data yang sementara (volatile),
artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan manajemen
memori
seperti:
• Menjaga
track
dari
memori yang sedang digunakan dan
siapa
yang
menggunakannya.
•
Memilih
program yang akan di-load ke memori.
•
Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang
memori sesuai kebutuhan.
c. Manajemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur
yang bersifat hirarkis
(direktori, volume, dll.). Sistem operasi bertanggung-jawab:
• Pembuatan dan
penghapusan berkas.
• Pembuatan dan
penghapusan direktori.
• Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
• Memetakan berkas ke secondary storage.
•
Mem-backup
berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile)
d.
Manajemen Sistem
I/O
Sering
disebut
device
manager.
Menyediakan
"device
driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
• Buffer: menampung sementara
data dari/ ke perangkat I/O.
• Spooling:
melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem
supaya
lebih
efisien (antrian dsb.).
• Menyediakan driver
untuk
dapat
melakukan operasi
"rinci" untuk perangkat keras I/O tertentu.
e. Manajemen
Penyimpanan Sekunder
Data
yang
disimpan dalam
memori utama
bersifat
sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk
meyimpan
keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang bersifat permanen dan mampu
menampung
banyak data. Contoh dari secondary-storage adalah harddisk, disket, dll. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan disk-management seperti:
free-space management, alokasi penyimpanan,
penjadualan disk.
f.
Sistem Proteksi
Proteksi
mengacu pada mekanisme untuk mengontrol
akses yang dilakukan oleh program,
prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya.
Mekanisme proteksi harus:
·
Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi
izin dan yang belum.
·
specify the controls
to be imposed.
·
provide a means
of enforcement.
g.
Command-Interpreter
System
Sistem
Operasi menunggu instruksi
dari pengguna (command driven). Program
yang membaca instruksi dan mengartikan control statement disebut : control-card
interpreter, command-line interpreter, dan UNIX shell. Command- Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi
ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi
I/O devices yang ada.
Contohnya: CLI, Windows, Pen-based
(touch), dan lain-lain.
h.
Jaringan
Sistem
terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai
memori
sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui
jaringan komunikasi Sistem
terdistribusi menyediakan akses
pengguna ke bermacam sumber-daya
sistem.
• Increased
data availability.
• Enhanced
reliability.
• Computation
speed-up.
• Increased
data availability.
• Enhanced reliability.
B.
Sistem
Operasi Terdistribusi
1. Pengertian
Sistem Operasi Terdistribusi
Sistem
operasi terdistribusi adalah salah satu implementasi dari sistem terdistribusi, di mana sekumpulan komputer
dan prosesor yang heterogen terhubung dalam
satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek ini secara tertutup
bekerja
secara bersama-sama
untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya
adalah untuk memberikan hasil secara lebih,
terutama dalam:
-
file system
-
name space
-
Waktu pengolahan
-
Keamanan
- Akses ke seluruh
resources, seperti prosesor,
memori, penyimpanan sekunder, dan perangakat keras.
Sistem operasi terdistribusi bertindak sebagai
sebuah
infrastruktur/rangka dasar untuk network-transparent resource management. Infrastruktur mengatur low-
level resources (seperti Processor, memory, network interface dan peripheral
device yang lain) untuk menyediakan
sebuah platform untuk pembentukan/penyusunan
higher-level resources(seperti Spreadsheet,
electronic mail messages, windows).
2. Sistem Operasi
Jaringan Versus Sistem Operasi
Terdistribusi
Suatu
sistem operasi terdistribusi yang
sejati adalah yang berjalan pada beberapa buah mesin, yang tidak melakukan
sharing memori, tetapi terlihat bagi user sebagai satu
buah komputer single. Contoh dari sistem seperti ini adalah Amoeba.
Sistem operasi
terdistribusi berbeda dengan sistem operasi jaringan.
Untuk dapat membedakannya, sistem
operasi jaringan memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
a)
Tiap komputer
memiliki sistem operasi sendiri
b)
Tiap personal
komputer memiliki
sistem
file sendiri, di mana
data-data disimpan
c)
Sistem operasi
tiap komputer dapat berbeda-beda atau
heterogen
d)
Pengguna harus memikirkan keberadaan komputer lain yang terhubung, dan harus mengakses,
biasanya menggunakan remote login (telnet).
e)
File sistem dapat digunakan dengan dukungan
NFS.
3. Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi
Sistem
operasi terdistribusi memiliki manfaat dalam banyak sistem dan
dunia komputasi yang luas. Manfaat-manfaat ini termasuk dalam sharing resource, waktu komputasi dan komunikasi.
1. Shared Resource
Walaupun perangkat
sekarang sudah memiliki
kemampuan
yang cepat dalam proses-proses komputasi,
atau misal dalam mengakses
data, tetapi pengguna masih saja menginginkan sistem berjalan dengan lebih cepat.
Apabila hardware terbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat di atasi dengan
menggabung perangkat yang ada dengan sistem DOS.
2. Manfaat Komputasi
Salah satu keunggulan sistem operasi terdistribusi ini adalah bahwa komputasi berjalan dalam keadaan paralel. Proses komputasi ini dipecah dalam banyak titik, yang mungkin berupa komputer pribadi, prosesor tersendiri, dan kemungkinan perangkat prosesor-prosesor yang
lain. Sistem operasi terdistribusi ini bekerja baik dalam memecah komputasi ini dan baik
pula dalam mengambil kembali hasil komputasi dari titik-titik cluster untuk
ditampilkan hasilnya.
3. Reliabilitas
Fitur unik yang dimiliki oleh DOS ini adalah reliabilitas. Berdasarkan design dan implementasi dari design sistem
ini, maka hilangnya satu node tidak akan berdampak terhadap integritas
sistem. Hal ini berbeda dengan PC,
apabila ada salah satu hardware
yang mengalami kerusakan,
maka sistem akan berjalan tidak seimbang, bahkan sistem
bisa tidak dapat berjalan atau mati.
4. Komunikasi
Sistem operasi terdistribusi biasanya berjalan dalam jaringan dan biasanya
melayani koneksi jaringan. Sistem ini
biasanya digunakan user untuk proses networking. Uses
dapat saling bertukar
data, atau saling
berkomunikasi antara titik baik secara LAN maupun
WAN.
4. Hardware Sistem
Operasi Terdistribusi
Sistem
operasi terdistribusi, yang saat ini akan dibahas sebagai titik tolak
adalah Amoeba, yang saat ini banyak
digunakan sebagai salah satu implementasi dari
sistem operasi terdistribusi itu sendiri.
Sistem Amoeba ini tumbuh dari bawah hingga akhirnya tumbuh menjadi
sistem operasi terdistribusi.
Sistem
operasi terdistribusi pada umumnya memerlukan
hardware secara spesifik. Komponen utama dalam
sistem ini adalah : workstation, LAN, gateway, dan processor pool, seperti yang diilustrasikan pada gambar di atas. Workstation atau komputer personal
mengeksekusi proses yang
memerlukan
interaksi dari user seperti
text editor atau manager berbasis window.
Server khusus memiliki fungsi untuk melakukan tugas yang spesifik.
Server ini mengambil alih proses yang memerlukan
I/O yang khusus dari larikan disk.
Gateway berfungsi untuk mengambil alih tugas
untuk terhubung ke jaringan WAN.
Prosesor pool mengambil alih
semua proses
yang lain. Tiap
unit
ini biasanya terdiri dari prosesor, memori
lokal, dan koneksi jaringan. Tiap prosesor mengerjakan satu buah proses sampai prosesor
yang tidak digunakan habis. Untuk selanjutnya proses yang lain berada dalam
antrian menunggu proses yang lain selesai.
Inilah keunggulan sistem operasi
terdistribusi dalam hal reliabilitas.
Apabila ada satu unit pemroses yang mati, maka proses yang
dialokasikan harus di restart, tetapi integritas sistem tidak akan terganggu,
apabila proses deteksi berjalan
dengan baik. Desain sistem ini memungkinkan untuk 10 sampai 100 prosesor. Spesifikasi perangkat
keras yang harus disediakan pada tiap
cluster minimalnya adalah :
File server: 16 MB RAM, 300MB HD, Ethernet
card.
Workstation: 8 MB RAM, monitor, keyboard, mouse
Pool processor: 4 MB RAM, 3.5” floppy drive
5. Arsitektur Software
Sistem operasi terdistribusi sejati
memiliki arsiitektur software yang unik. Arsitektur software ini dikarakterkan dalam objek di dalam hubungan antara klien dan server. Proses-proses yang terjadi
di klien menggunakan remote procedure
yang memanggil dan mengirimkan request
ke server untuk memproses data atau objek yang dibawa. Tiap objek
yang dibawa memiliki karakteristik
yang disebut sebagai
kapabilitas. Kapabilitas ini besarnya
adalah 128 bits. 48 bits pertama menunjukkan
servis mana yang memiliki objek
tersebut. 24 bits berikutnya adalah nomor dari
objek. 8 bits berikutnya menampilkan operasi
yang diijinkan terhadap
objek yang bersangkutan. Dan
48 bits terakhir merupakan
“check field” yang merupakan field yang telah terenkripsi agar
tidak dapat dimodifikasi oleh proses yang lain.
Operasi diselesaikan oleh RPC (remote procedure calls) yang dibuat oleh klien di
dalam proses yang kecil dan ringan. Proses dengan tipe seperti ini memiliki bidang alamat
sendiri, dan bisa saja memiliki
satu atau lebih hubungan. Hubungan
ini ketika berjalan memiliki program counter
dan stack sendiri,
tetapi dapat saling
berbagi kode dan data
antara hubungan
lain di dalam proses. Ada 3 macam
basis panggilan sistem yang dapat digunakan dalam
proses yang dimiliki user, yaitu do_operation, get_request, dan send_reply. Bagian yang
pertama mengirimkan pesan ke server,
setelah proses memblok
sampai server mengirimkan balasan.
Server menggunakan panggilan
sistem ke dua untuk mengindikasikan bahwa server akan menerima pesan pada port
tertentu. Server
juga menggunakan panggilan
system ke tiga untuk mengirimkan informasi ke proses yang dipanggil.
Dengan dibangun dari perintah sistem yang
primitif, maka sistem ini menjadi antarmuka
untuk program aplikasi. Hal ini diselesaikan oleh tingkat dari pengarahan
yang mengijinkan pengguna untuk berfikir terhadap struktur ini sebagai objek dan operasi-operasi terhadap objek ini. Berhubungan dengan objek-objek
adalah class. Kelas dapat berisi kelas yang
lain dan juga hierarki secara alami. Pewarisan membuat antarmuka objek untuk implementasi
manipulasi objek seperti menghapus, membaca, menulis, dan sebagainya.
6. Jenis
Sistem Operasi Terdistribusi
Ada berbagai
macam sistem operasi terdistribusi yang saat ini beredar dan banyak digunakan. Keanekaragaman
sistem ini dikarenakan semakin banyaknya
sistem yang bersifat opensource sehingga
banyak yang membangun
OS sendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing, yang merupakan pengembangan dari OS opensource yang sudah ada. Beberapa
contoh dari sistem operasi terdistribusi ini diantaranya :
Ø Amoeba (Vrije
Universiteit). Amoeba adalah
sistem berbasis mikro-kernel yang tangguh
yang menjadikan banyak
workstation personal menjadi satu sistem
terdistribusi secara transparan. Sistem
ini sudah banyak
digunakan di kalangan akademik, industri, dan pemerintah selama sekitar 5 tahun.
Ø Angel (City University of London). Angel didesain sebagai sistem operasi terdistribusi yang
pararel, walaupun sekarang
ditargetkan untuk PC dengan
jaringan berkecepatan tinggi.
Model komputasi
ini memiliki manfaal ganda, yaitu memiliki biaya awal yang cukup murah dan juga biaya incremental yang
rendah. Dengan memproses titik-titik di jaringan sebagai
mesin
single yang bersifat shared memory, menggunakan teknik distributed virtual
shared
memory (DVSM),
sistem ini ditujukan
baik bagi yang ingin meningkatkan performa dan menyediakan sistem yang portabel dan memiliki kegunaan
yang
tinggi pada setiap platform aplikasi.
Ø Chorus
(Sun
Microsystems).
CHORUS merupakan keluarga dari
sistem
operasi berbasis mikro-kernel
untuk
mengatasi kebutuhan komputasi terdistribusi tingkat
tinggi di dalam bidang telekomunikasi,
internetworking,
sistem tambahan, realtime, sistem
UNIX,
supercomputing, dan kegunaan yang tinggi. Multiserver CHORUS/MiX merupakan implementasi dari UNIX yang memberi kebebasan untuk secara
dinamis
mengintegrasikan bagian-
bagian dari fungsi standar di UNIX dan juga
service dan aplikasi-aplikasi di dalamnya.
Ø GLUnix (University of California, Berkeley). Sampai saat ini, workstation dengan
modem tidak memberikan
hasil yang baik untuk membuat eksekusi suatu sistem operasi terdistribusi dalam lingkungan yang
shared
dengan aplikasi yang berurutan.
Hasil dari penelitian ini adalah untuk menempatkan resource untuk performa
yang lebih baik baik untuk aplikasi pararel maupun yang seri/berurutan. Untuk merealisasikan hal ini, maka sistem operasi harus menjadwalkan pencabangan dari program pararel, mengidentifikasi idle
resource di jaringan, mengijinkan
migrasi proses untuk mendukung
keseimbangan loading, dan menghasilkan tumpuan
untuk antar proses komunikasi.
Guide (Grenoble
Universities Integrated Distributed Environment) adalah sistem operasi
terdistribusi yang berorientasi obyek untuk pempangunan dan operasi dari aplikasi terdistribusi pada PC atau
server dengan jaringan
yang tersambung LAN. Guide adalah hasil penggabungan
Bull and the
IMAG Research Institute (Universities of Grenoble), yang telah membangun
BULL-IMAG joint .
Research Laboratory. Ini juga memiliki kaitan erat dengan COMANDOS
Esprit Project (Construction and Management of Distributed Open Systems) dan BROADCAST
Esprit Basic
Research project.
Ø Hurricane
Sistem operasi
Hurricane memiliki hierarki sebagai sistem operasi dengan cluster
yang merupakan implementasi dari Hector multiprocessor. Peng-cluster-an mengatur resource pada sistem, menggunakan
pasangan yang ketat antara cluster, dan kehilangan pasangan pada cluster. Prinsip sistem terdistribusi diaplikasikan dengan mendistribusikan
dan
mereplika servis pada sistem dan objek data untuk meningkatkan kelokalan, meningkatkan
konkurensi, dan untuk mencegah sistem terpusat, sehingga membuat sistem berimbang.
Ø Mach
(Carnegie Mellon University)
Mach adalah satu dari beberapa
komunitas penelitian tentang sistem operasi. Sistem ini aslinya dimulai di CMU, dan Mach menjadi
basis dari banyak sistem penelitian. Walaupun pekerjaan dengan
Mach di CMU sudah lama tidak diterapkan, tetapi masih banyak kelompok-kelompok lain yang masih menggunakan Mach sebagai basis pada penelitiannya.
Ø Mach at OSF (OSF Research Institute)
OSF Research
Institute masih menggunakan
teknologi yang dimulai dari CMU dan menggunakan ini
sebagai basis dari banyak penelitian,
termasuk sistem operasi untuk mesin pararel , kernel berorientasi objek yang aman, dan penelitian-penelitian tentang sistem operasi yang lain.
Ø Maruti
(University of Maryland) Group Members
Maruti
adalah system operasi berbasis waktu, yang merupakan proyek di University of
Maryland. Dengan Maruti 3.0, kita memasuki
fase baru pada proyek ini. Menurut mereka, mereka memiliki
sistem operasi
yang lebih nyaman untuk kalangan yang lebih luas.
Masix adalah sistem operasi
terdistribusi yang
berbasis pada mikro kernel dari Mach, yang
saat ini di bawah pengembangan
dari MASI Laboratory. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk secara simultan mengeksekusi
banyak data aplikasi personal, yang berjalan baik baik di semua platform, baik Unix, DOS, OS/2 dan Win32.
Sebuah solusi untuk masalah
saat ini menjadi ada untuk lingkungan multikomputer, yang disebut MOSIX. Mosix adalah pengembangan dari UNIX, yang mengijinkan user untuk menggunakan resource yang ada tanpa ada perubahan
pada level aplikasi. Dengan penggunaan
yang transparan,
algoritma proses migrasi
dinamis, MOSIX melayani servis jaringan,
seperti NFS, TCP/IP, dari
UNIX, untuk level proses, dengan menggunakan penyeimbangan load dan distribusi dinamis pada
cluster-cluster yang homogen.
Plan 9 adalah sistem operasi baru yang dibangun di Bell Labs. Ini adalah sebuah sistem yang
terdistribusi. Pada kebanyakan konfigurasi, ini menggunakan tiga macam komponen : terminal
yang ada pada meja pengguna, server file
yang menyimpan data permanen, dan server CPU yang melayani CPU lainnya lebih cepat, authentikasi
user, dan network gateways. Salah satu kesemuan yang menarik
dari Plan 9 adakah pengiriman file yang esensial pada semua servis system.
Sistem operasi
Puma menargetkan aplikasi dengan
performa tinggi yang dipasangkan dengan
arsitektur memory terdistribusi. Ini adalah turunan dari SUNMOS.
Selain sistem operasi-sistem operasi di atas, masih banyak lagi sistem operasi terdistribusi yang dibangun, baik secara opensource maupun yang ‘closed source’. Sistem-sistem
itu
diantaranya adalah :
- Alpha Kernel (Carnegie Mellon University)
- QNX
- Spring Real-Time Project (University of Massachsetts, Amherst)
- Spring System (Sun)
- Sprite (University of California, Berkeley)
- Sting
- Sumo (Lancaster University)
- Tao Operating System (Ta o Systems)
- Tigger (Trinity College Dublin)
- TUNES
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dalam
sistem operasi terdistribusi
terjadi proses yang lebih rumit dari sistem yang biasa, tetapi dapat
menghasilkan suatu sistem
dengan performa dan kemampuan yang lebih.
Dari
uraian di atas telah banyak disinggung keunggulan-keunggulan dari sistem operasi terdistribusi.
Tetapi di samping keunggulan-keunggulan yang ada sistem ini juga memiliki
kelemahan yang banyak, diantaranya adalah perawatan tiap cluster yang sangat sulit, selain itu juga boros daya, karena harus menghidupkan banyak CPU, membutuhkan jaringan
berkecepatan tinggi.
Kelemahan-kelemahan
tersebut sebenarnya tidak
seberapa jika dibandingkan
dengan hasilnya. Misalnya
saja search engine paling ramai seperti
Google™, yang menggunakan
teknologi ini, karena hardware
yang paling
canggih saat ini masih belum mencukupi untuk menangani jutaan request
ke
server Google tiap detiknya, sehingga
mereka harus membuat sistem
pararel yang mampu melayani keperluan tersebut.
Selain itu dalam
dunia research, juga diperlukan sistem ini, terutama untuk melakukan
perhitungan-perhitungan yang
tentu saja sangat rumit dan membutuhkan pemroses yang
hebat dan cepat
supaya dapat segera dicari hasilnya.
B. SARAN
DAFTAR
PUSTAKA
vlsm.org, Komponen
Sistem Operasi,
Iwan. “Sistem Terdistribusi”.
Wahyu
Wijanarko. 2006. “Sistem Operasi
Terdistribusi”.
http://ilmukomputer.com, Di akses pada tanggal
7 Mei 2015.


2 komentar:
Izin copy yah dek
TERIMAKSIH ATAS MAKALAHNYA, SIAP PAKE..
Posting Komentar