Untuk Apa Kamu Menulis?

(Sumber image: yuliasafitri.com)
 
Menulis. 
Sepertinya semua orang bisa menulis. Tapi, hanya segelintir orang yang mau melakukan hal itu. Hanya sebagian orang yang mempunyai hobi seperti itu. Tak pernah terngiang sebelumnya dipikiranku untuk menjadi seorang penulis.

Sejak SMK, saya sudah bergelut di dunia jurnalis, sebut saja sebuah ekstrakulikuler "Mading" dan dari situlah saya pertama kali mengikuti kegiatan tentang kepenulisan. Namun, belum terpikirkan untuk menulis atau membuat karya.

Setelah memasuki dunia kampus, awal semester 3 (tiga) tiba-tiba saja tertarik untuk berkarya. Entah darimana datangnya pikiran itu. Saya pun mencoba untuk memulai menulis. Pertama, saya mau menguji diri saya. Menguji sebatas mana kemampuan saya dalam kepenulisan dengan mengikuti event lomba cerpen. Dan akhirnya lolos menjadi salah satu kontributor. Nah, dari situlah saya sering mengasah kemampuan dan minat mnulis saya dengan mengikuti beberapa workshop, seminar kepenulisan, dan bedah buku. Selain dapat ilmunya juga dapat sharing dengan penulis yang sudah kompeten didunia kepenulisan. Sebut saja salah satu penulis muslimah dinegeri kita, Asma Nadia.

Di media sosial (FB) saya sengaja berteman dengan beberapa orang yang jago menulis. Bukan hanya jago menulis, tapi tulisannya juga memang terkandung makna atau pesan yang bisa memotivasi dan menginspirasi pembacanya.

Pertanyaannya sekarang, Untuk apa kamu menulis?
Kalau aku sih, jujur saja selain karena memang hobi menulis dan orangnya tertutup jadi aku lebih sering menggoreskan segala kisahku dengan sebuah penah yang berwarna hitam pekat dalam sebuah lembaran buku. Dan diri menulis jugalah, segala kenangan dan kerinduan yang entah kepada siapa ia rindu juga tergambarkan dengan baik. Untuk menjadi penulis yang ingin tulisannya ingin dipublish atau diterbitkan jangan menulis dengan abal-abal yah. Jangan menulis dengan sesuka hati anda. Tapi yang pertama harus kita pikirkan adalah pesan apa yang dapat tersampaikan dalam tulisan kita itu.Aku menulis bukan karena ingin mencari popularitas, bukan juah ingin sok jago. Tetapi hanya karena ingin menginspirasi. Sekali lagi, hanya ingin menginspiras dan memberi manfaat kepada orang lain. Sejak zaman dahulu, ulama saja suka menulis. Ia berdakwah melalui tulisannya. Seperti yang dikisahkan dalam buku Novel Best Seller "Rindu" karya Tere Liye. Tere Liye adalah penulis favorit saya. Kenapa? Karena selain memang jago dalam menulis, cerita yang ia tuliskan juga mengalir begitu saja serta bahasa yang bisa dibilang sederhana. Banyak kata-kata dalam bukunya yang dapat kita kutip. Ia menggabungkan sejarah, ilmu pengetahuan dan agama. Hebat bukan?

So, ketika saya ditanya mengapa kamu menulis?. Maka akan kujawab, karena saya ingin memberikan manfaat kepada orang lain dan dakwah bil Qalam.
Menulis dapat berarti  melawan, menentang, mendukung dan menasehati. Tapi, hati dengan semua tulisan yang kau goreskan dalam secarik kertas, karena semua tulisan memiliki dua sisi. Dapat berdampak positif bagi orang lain, atau bahkan malah sebaliknya.
Menulislah! Dan ciptakanlah karya hebatmu.

"Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah." [Imam Al Ghazali] 

"Semua penulis akan mati. Hanya karyanya lah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.” (Ali bin Abi Thalib)


Makassar, 26 Mei 2016

#UntukApaKamuMenulis?
#KMOIndonesia06B
#KMO6BG-5 

0 komentar:

Posting Komentar


up